Latar Belakang

I. Penciptaan Dunia dan Para Dewa

Penciptaan Dunia dan Titan Pada awalnya hanya ada kekacauan (Khaos). Kemudian dari kekosongan itu muncul Erebos, sebuah tempat yang tak diketahui keberadaannya dimana kematian dan kegelapan malam hidup. Selain semuanya itu yang ada hanyalah kekosongan, kesunyian, tak berujung dan gelap. Lalu dari kegelapan itu muncul cahaya yang bersinar terang dan lahirlah Cinta, awal mula segala permulaan. Dari Cinta datanglah Hari, Gaea, dan bumi tercipta. Pada saat itulah Erebos begitu jatuh cinta dengan Niks, yang memberikan kehidupan pada Aither, sang cahaya surga, dan saat ini menjadi "Terang". Dan malam sendiri menciptakan Malapetaka (Moros), Nasib (Moirai), Kematian (Thanatos), Tidur (Hipnos), Mimpi (Oneiroi), Nemesis dan lainnya. Sementara Gaia melahirkan Uranus dan Langit. Uranus kemudian jatuh cinta dengan Gaia dan mereka menghasilkan 3 Cyclopes, 3 Hecatoncheires, dan 12 Titan.

Kronos Mengebiri Uranus Setelah begitu lama bersama, terlihat bahwa Uranus bukanlah ayah yang baik dan bahkan suami yang jahat. Dia membenci Hecatoncheires dan bahkan memenjarakan mereka jauh didalam bumi, yaitu usus dari Gaia. Hal ini membuat Gaia marah berusaha merencanakan sesuatu melawan Uranus. Dia membuat sabit dari adamantin dan meminta anaknya sendiri untuk menyerang Uranus. Namun semua anak-anaknya takut melakukan permintaan ibunya, kecuali anaknya yang bungsu, Kronos. Gaia dan Kronos sepakat untuk menyerang Uranus saat dia tidur dengan Gaia suatu malam. Kronos kemudian muncul dan menangkap ayahnya, lalu mengebirinya dengan sabit yang diberikan Gaia, kemudian bagian dari alat kelaminnya dibuang ke samudera. Uranus begitu amat marah dan bersumpah akan menghukum Titan, terutama Kronos. Dari tetesan darahnya muncullah Erinyes, Gigant dan Meliai, dan dari bagian alat kelaminnya yang dibuang itu lahirlah Afrodit.

Pemberontakan Zeus Kronos adalah penguasa selanjutnya setelah ayahnya pergi. Namun dia tetap memenjarakan saudara-saudaranya yaitu Cyclopes dan Hecatoncheires didalam Tartaros. Dia menikahi saudarinya Rhea, dan mereka melahirkan banyak anak. Dia berkuasa begitu lama. Namun, Gaia dan Uranus meramalkan bahwa dia akan dikalahkan oleh anaknya. Untuk menghindari hal ini, Kronos menelan semua anak-anak saat mereka baru lahir. Rea marah akan apa yang dilakukannya Kronos terhadap anak-anak mereka dan mulai merencanakan pengkhianatan terhadap Kronos. Saat akan memberikan kelahiran kepada anak keenamnya, Rea menyembunyikan dirinya lalu meninggalkan anaknya untuk diasuh oleh Nimfa. Untuk menutupi aksinya, dia membungkus sebuah batu dengan kain lalu memberikannya pada Kronos, yang akhirnya menelan batu itu tanpa pikir panjang.

Anak ini disebut Zeus. Disebuah pulau ia tumbuh menjadi remaja yang tampan, membuat iri sesamanya. Ia berbicara dengan Metis tentang bagaimana cara mengalahkan Kronos. Dia menyiapkan suatu minuman untuk Kronos yang sengaja dibuat agar Kronos memuntahkan anak-anaknya yang telah ditelan. Rea meyakinkan Kronos untuk menerima anaknya dan Zeus diijinkan datang ke Gunung Olimpus sebagai pembawa piala Kronos. Ini memberi kesempatan bagi Zeus untuk menyelipkan minuman yang telah disiapkannya. Rencananya berjalan dengan baik dan kelima anak yang telah ditelannya dimuntahkan keluar semua dan kembali ke dunia. Sebagai rasa terima kasih saudara-saudara Zeus terhadapnya, mereka menjanjikan loyalitas dan membuat Zeus sebagai pemimpin. Tapi, Kronos masih belum dikalahkan. Dia dan para Titan, kecuali Prometheus, Epimetheus, dan Oceanus, bertarung untuk mendapatkan kembali kekuatannya. Atlas menginginkan untuk memimpin pasukan utama dan membutuhkan waktu yang cukup lama seperti yang telah diperkirakan sebelumnya untuk menang dari para dewa muda. Akan tetapi, Zeus sungguh cerdas. Dia pergi kebawah tanah menuju Tartaros dan melepaskan Cyclopes dan Hecatoncheires. Prometheus pun kemudian bergabung dengan Zeus. Dia membalikan hasil pertempuran dengan bantuan sekutu barunya. Cyclopes memberikan Zeus sebuah palu yang menghasilkan petir sebagai senjata. Hecatoncheires kemudian menyiapkan penyergapan, lengkap dengan batu-batuan besar. Ketika waktunya tepat, Zeus mundur dan menarik para Titan ketempat penyergapan yang disiapkan Hecatoncheires. Hecatoncheires menghujani para Titan dengan batu-batuan besar yang berukuran sebesar gunung. Para Titan pergi kocar-kacir. Zeus memenjarakan semua Titans yang melawannya kedalam Tartaros. Kecuali Atlas, yang menerima sebuah hukuman sendirian yaitu menanggung beban seluruh alam semesta sendirian dipundaknya. Tetapi, meski Zeus telah menang dia masih dalam bahaya. Gaia marah karena anak-anaknya telah dipenjara dan memberikan kehidupan pada, Tifon. Tifon amatlah menyeramkan bahkan hamper seluruh dewa akan ketakutan mendengarkan namanya. Tapi, Zeus menghadapi monster tersebut dengan melempar petirnya, mengubur monster itu di Gunung Etna, Sicilia. Beberapa waktu kemudian Zeus menghadapi tantangan terakhir dalam kekuasaannya dari para Gigantic. Mereka bertindak terlampau jauh dalam melakukan invasi terhadap Gunung Olimpus, memancang satu gunung ke gunung yang lain hanya untuk meraih puncak gunung. Kendati begitu, para dewa telah menjadi semakin kuat dan dengan bantuan dari Herakles, para Gigantic dapat ditaklukkan ataupun dibunuh.

Penciptaan Manusia oleh Prometheus Prometheus dan Epimetheus tak dipenjara didalam Tartaros karena mereka tidak bertarung bersama saudara-saudara mereka saat pertempuran dengan Olimpia. Mereka diberi tugas untuk menciptakan manusia. Prometheus membentuk manusia dari Lumpur, dan Athena menghembuskan nafas kehidupan pada tubuh tersebut. Prometheus memberikan tugas kepada Epimetheus untuk memberikan kemampuan kepada seluruh makhluk hidup dibumi seperti kelincahan, kecerdasan, kekuatan, dll. Sayangnya ketika tiba giliran manusia, ternyata Epimetheus telah memberikan semua kelebihan-kelebihan yang ada pada makhluk lain sehingga tak ada yang tersisa bagi manusia. Karena itu Prometheus memutuskan memberikan kemampuan yang hampir sama dengan para dewa dan memberikan mereka api. Prometheus mengasihi manusia lebih dari para Olimpia, yang telah menyingkirkan hamper seluruh sanaknya ke Tartaros. Ketika Zeus mengharuskan manusia untuk memberikan persembahan dari sebagian dari bagian tubuh hewan untuk para dewa, Prometheus memutuskan untuk mengakali Zeus. Dia membuat dua persembahan korban, satu tulang yang dibungkus dengan lemak yang mengkilap, dan yang satunya adalah daging segar yang dibungkus kulit hewan. Dia lalu meminta Zeus untuk memilih. Zeus kemudian memilih tulang dan lemak. Karena dia telah melakukan perjanjian dengan Prometheus atas hal ini maka, dengan terpaksa Zeus hanya akan menerima persembahan bagian binatang itu dari manusia untuk selamanya. Muslihat itu membuat Zeus amat marah sehingga ia mengambil api dari manusia. Meski demikian, Prometheus menyalakan obor dari matahari dan mengembalikannya pada manusia. Zeus menjadi amat marah atas kejadian itu dan memutuskan unutk memberikan hukuman bagi manusia dan Prometheus atas kelakukan mereka yang dianggap membangkang. Untuk menghukum manusia, Zeus dan Hephaestus menciptakan makhluk hidup yang teramat cantik sekali. Para dewa memberikan makhluk itu banyak sekali hadiah yang mewah. Dia lalu meminta Hermes untuk memberikan makhluk itu hati yang penuh tipu daya dan lidah penuh tipu muslihat. Ciptaan ini bernama Pandora, wanita pertama. Sebuah pemberian terakhir adalah sebuah guci yang tidak boleh dibuka oleh Pandora. Setelah semua selesai, Zeus memberikan Pandora kepada Epimetheus yang hidup bersama dengan manusia. Prometheus mengingatkan Epimetheus untuk tidak menerima pemberian dari Zeus, tapi kecantikan Pandora membuat dirinya terpesona dan mengijinkan wanita itu untuk tinggal bersamanya. Sebenarnya, rasa keingintahuan Pandora mengenai guci itu begitu besar. Pada saat dia membukanya keluarlah semua keburukan itu dan menyebar keseluruh dunia – kejahatan, penyakit, dan penderitaan). Namun, jauh didasar guci itu tertinggal satu hal yang dapat mengatasi semua hal buruk yang telah keluar sebelumnya, hal itu adalah Harapan. Zeus amat geram pada Prometheus dan ia meminta pelayannya, Kekerasan dan Kekejaman, menangkap Prometheus, dan membawanya ke Gunung Kaukasus. Mereka disuruh untuk mengikatnya dengan adamantine yang tidak dapat dihancurkan. Disitu ia disiksa siang-malam oleh elang kaukasus yang setiap hari memakan hatinya. Zeus memberi dua cara pada Prometheus untuk terlepas dari hukumannya. Pertama ia bisa memberitahu Zeus tentang siapa anaknya yang akan mengambil kekuasaannya atau cara yang kedua ialah menjalankan 2 hal. Hal pertama ialah dibutuhkan seorang yang abadi untuk menggantikan tempatnya. Hal kedua adalah seorang manusia yang tidak abadi harus membunuh elang tersebut dan melepaskan ikatannya. Bagi Zeus dua hal tersebut tidak akan mungkin terjadi, namun ternyata Chiron sang Centaur setuju untuk mati bagi dirinya dan Herakles membunuh elang dan melepaskan ikatannya.

II. Orde Dunia

Rencana Titan Atlas paling menderita lebih dari yang lain atas pemberontakkannya dan selama itu ia makin dan semakin dihinggapi rasa marah dang geram. Dia menyalahkan para Dewa Yunani dan memutuskan untuk melepaskan beban yang diberikan Zeus padanya. Dia bersumpah untuk kembali dan menghancurkan dunia yang diciptakan Dewa-Dewi. Atlas kemudian mulaui mencari mereka yang dipenuhi amarah dan kegeraman pada dunia seperti dirinya. Dia melepaskan beberapa roh mengerikan yang ditahan oleh Dewa Olimpus. Skeleton King menjadi pimpinan dari Bone Army, dan Evil Heresiarch memimpin pasukan roh jahat. Atlas mengira dia telah mencipatakan pasukan yang kuat, karena itu dia meluncurkan serangan…

Naga Raksasa untuk Menjaga Orde Dunia Walau Zeus dan Dewa-Dewi Olimpus lain merasa kekuatan jahat takkan menguasai dunia yang mereka ciptakan, mereka tak dapat menjaga orde dunia dan bertarung melawan pasukan jahat itu secara langsung. Karena itu mereka menciptakan sebuah makhluk yang spesies baru yang kuat, Naga Raksasa. Naga-naga ini memliki cakar yang tajam, 4 gigi taring besar dan sepasang sayap. Dewa-dewi Olimpus menyuntikkan sedikit kekuatan mereka pada 6 pimpinan naga raksasa. Diantara naga raksasa, naga hitam adalah yang terkuat. Naga hitam memiliki gigi yang amat tajam dan kulit yang keras. Mereka mampu menyemburkan api yang menghanguskan pada musuhnya. Secara alami mereka amat ganas dan penuh semangat dalam mematuhi perintah Zeus. Naga Biru bertugas menjaga lintasan waktu. Mereka dikaruniai kekuatan mistis untuk merubah lintasan waktu. Jika kekuatan ini sampai dikuasai oleh kekuatan jahat, maka dunia dipastikan akan musnah. Naga biru harus menjaga arus waktu atau bencana besar akan terjadi. Naga merah bertugas menjaga alam. Naga merah Puluo adalah pemimpin dari naga merah dan dia dengan tanpa ampun menghukum siapa saja yang menentang perintah untuk melindungi dan menjaga alam. Naga berwarna-warni adalah perwakilan dari kejahatan, dengan si kecil Demate sebagai pemimpinnya. Semua naga ini amat mengagumi pemimpinnya dan menjanjikan kesetiaan padanya. Tak seperti Naga warna-warni, Naga Platina adalah lambing kebaikan dan kekuatan kebajikan. Mereka dipimpin oleh Bahamut, yang begitu amat dikagumi karena keberanian dan kemampuannya dalam pertempuran.

Centaur Centaurs adalah spesies kuno setengah manusia, setengah kuda. Kebanyakan amat liar dan kejam, dikenal karena gairah dan keliarannya. Hal ini menjadi pengecualian bagi Centaur Chiron yang bijak. Sejalan dengan waktu yang telah berlalu, mereka berkembang begitu banyak, sampai mereka dapat ditemukan diseluruh wilayah negeri. Centaurs hidup di Derveni, Mikenae, Olimpia dan beberapa wilayah tertentu lainnya. Hampir seluruh Centaurs adalah nomaden, akibatnya, mereka sering berselisih dengan manusia. Centaurs dulunya memiliki tempat kekuasaannya sendiri, tinggal dan hidup dimanapun mereka inginkan, selalu menimbulkan kerusakkan pada manusia yang telah hidup disana sebelumnya. Dilambangkan dengan kebebasan yang ekstrim, Centaurs juga hebat dalam hal merampok kereta dagang dan mencuri dari ras lain. Dengan tubuh setengah manusianya, Centaurs memiliki banyak kesamaan dengan manusia termasuk susunan sosial yang mirip. Mereka dipimpin oleh pimpinan militer dan pimpinan agam, tapi pimpinan agama lebih memiliki kekuasaan. Centaurs tidak pernah memiliki budak, karena itu bertentangan dengan kebebasan yang dijunjung tinggi oleh mereka. Centaurs menggunakan keunggulan mereka dalam kecepatan dan kemampuan memanahnya dalam pertempuran. Mereka juga mampu memproduksa besi yang digunakan untuk tombak, panah, pedang, lembing dan banyak lagi. Selain itu, Centaur Shamen mampu memanggil petir untuk menyerang musuh. Karena pergerakkan cepatnya, Centaurs ahli dalam memusatkan serangannya pada musuh tertentu dan mengalahkan mereka satu persatu.

Munculnya Kerajaan Persia Persia dahulu merupakan salah satu peradaban paling maju yang pernah ada dimuka bumi. Meski demikian, tak seperti Yunani, orang-orang Persia tidak percaya kalau manusia dapat berkomunikasi dengan para Dewa. Oleh karena itu, orang Persia tidak pernah memiliki altar ataupun kuil. Biarpun begitu, orang Persia membarikan persembahan kepada Zeus dipuncak-puncak gunung. Orang Persian juga memberikan persembahan kepada Matahari, Bulan, Bumi dan unsure-unsur seperti api, air dan angin. Munculnya kerajaan Persia terutama karena disebabkan raja yang bijaksana, yang mampu menyatukan 10 suku Persia menjadi satu, lalu mengulingkan rezim eksotik, dan akhirnya datang untuk menguasai Asia Kecil. Dia juga mengalahkan seluruh bangsa pengembara yang biasa menyerang Persia dan menaklukkan kebanyakan Asian Tengah. Dengan cepat Persia bangkit dan menjadi salah satu kerajaan terkuat yang pernah ada. Cukup lama sebelum Persia memalingkan wajahnya dari Asia dan mulai melirik Eropa. Tetapi, mereka akan tahu bahwa mereka telah bertemu sebuah kebudayaan yang cukup tua dan murni sama seperti mereka, dan rakyat yang tak mudah menyerahkan kebebasannya. Bermaksud menguasai Yunani dengan segala cara yang diperlukan, mula-mula kerajaan Persia mengirim utusan supaya kota-kota utama Yunani takluk dan setia pada kerajaan Persia, tapi kebanykan menolak hal itu. Athena dan Sparta bahkan membunuh utusan Persia tersebut karena dianggap lancing. Mulai dari saat itu peperangan dimulai.

Asas Kota-Kota Bagian Yunani Yunani adalah satu dari peradaban manusia yang terkuat sepanjang masa. Dewa Olimpia berada di Gunung Olimpia, yang berada di Yunani. Orang Yunani lebih menghormati pada Dewa Olimpia ketimbang orang-orang lain. Sebagai balasannya, Dewa Olimpia memberkati orang-orang Yunani. Namun, orang-orang Yunani juga menghadapi banyak musuh, termasuk Titan kuno, pasukan Persia yang mematikan, Centaurs dan semua monster disekitar. Rakyat Yunani juga menghargai kebebasan dan budaya kuno, membimbing mereka pada terciptannya kota-kota setempat yang selalu bersaing satu dengan yang lain. Diantara ratusan kota, Athena dan Sparta dipandang sebagai yang paling kuat, mengakibatkan kompetisi (dan terkadang menimbulkan permusuhan) untuk menunjukkan keunggulannya.

III. Perselisihan Dewa Olimpia dan Kota-Kota Yunani

Athena dan Poseidon Saat Zeus menjadi pemimpin Dewa Olimpia, dia memperkenankan dewa-dewi lain untuk memilih daerahnya sendiri. Athena dan Poseidon sama-sama memilih Attica, yang pada akhirnya menimblukan perselisihan. Zeus lalu meminta mereka untuk berkompetisi untuk mendapatkan daerah Attica dengan memenangkan dukungan dari orang-orang. Poseidon menunjukkan kemampuannya lebih dulu. Dia memperlihatkan Trisulanya dan melemparkannya jauh dibukit, yang mana terdapat banyak kuda outih hidup. Lalu Poseidon berkata pada penduduk setempat:"Mereka adalah kuda-kuda terbaik didunia ini. Sekarang mereka adalah milik kalian." Sayangnya, tak ada seorangpun yang pernah melihat ataupun menggunakan kuda sebelumnya dan mereka sama sekali tidak memberikan bahasa tubuh. Saat giliran Athena, dia tersenyum dengan ramah, mengambil tombak panjang dan menusukkannya ketanah. Tak lama kemudian muncul pohon zaitun dari tanah dan banyak lagi pohon zaitun yang bermunculan dari tanah. Penduduk setempat amat menyukai pepohonan. Athena akhirnya dipilih sebagai dewi pelindung dari Attica, dan pendudukpun menamai ulang kota itu dengan namanya, Athena. Sebagai dewi kebijaksanaan, kepandaian, kegiatan, seni dan sastra, Athena memberikan penduduk Athena kepandaian yang tinggi, yang melahirkan budaya yang luar biasa. Dia juga menciptakan alat pengekang, yang membuat manusia mampu menjinakkan kuda, dia juga menciptakan trompet, suling, pot, penggaruk, cangkul, kuk, kapal, dan kereta perang.

Ares dan Sparta Ares adalah anak Zeus dan Hera. Dia tak disukai oleh kedua orang tuanya karena mulut busuknya dan watak kerasnya. Namun, sifatnya ini amat membantunya saat dia menjadi Dewa Perang. Saat Zeus meminta Ares untuk memilih wilayahnya, Ares memilih Sparta tanpa pikir panjang. Penduduk Sparata amat unik dibandingkan penduduk lain diseluruh bumi, dan secara unik juga sesuai dengan filosofi Ares. Sparta memilitarisasikan negaranya untuk mempersiapkan perang sewaktu-waktu. Penduduk Sparta menerima pelatihan perang pada usia yang amat muda membuat orang dari kota lain pucat pasi. Penduduk Sparta juga dilarang sibuk dengan perdagangan dan industri, dan mereka menggunakan koin besi, bukan emas ataupun perak seperti lainnya sebagai mata uang. Tiap Sparta diharapkan untuk ikut serta dalam militer, sehingga mereka selalu dilatih untuk memastikan tiap orang mampu bertarung. Saat dilahirkan, tiap bayi akan diperiksa dari kecacatan yang membuat mereka lemah. Jika mereka memiliki kecacatan, maka bayi itu akan dibiarkan mati. Tak ada ras lain yang begitu gila dalam bertempur seperti orang Sparta, dan itulah salah satu alasan mengapa orang-orang Sparta begitu ditakuti.

Hubungan Rumit Antara Kota Bagian—Athena dan Sparta Semua kota-kota di Yunani menyembah Zeus, tapi tiap kota memiliki penjaga atau pelindung kotanya sendiri, dan tiap kota menyambutnya dengan cara pesta yang berbeda. Kota-kota bagian yang memiliki dewa pelindung yang sama akan saling bekerjasama, sedang yang lain atau berbeda biasanya akan saling bermusuhan. Athena dan Sparta adalah 2 kota bagian terkuat, tapi mereka memiliki prinsip yang berbeda, bergabung dengan dewa pelindung yang berbeda membuat mereka ditakuti oleh musuh-musuhnya, mereka melakukan hal ini hanya untuk mempertahankan Yunani dari serangan musuh.

IV. Pertempuran Antar Dewa

Masalah dalam dan luar negeri yang menyerang dan menghinggapi Yunani juga telah memecah belah kesetian mereka terhadap Dewa Olimpia. Sekarang adalah waktu bagi seluruh penduduk Yunani untuk bersama-sama, mengubur permusuhan yang telah lalu dan menciptakan suatu kerajaan yang akan bertahan sampai ribuan tahun! Inilah saatnya bagi para kesatria untuk dilahirkan dan legenda diciptakan!